DEFINISI AI
Kecerdasan buatan adalah usaha memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. (John McCarthy, 1956). Kecerdasan buatan adalah tempat suatu penelitian, aplikasi, dan instrusksi yang terkait dengan pemrograman komputer dalam melakukan suatu hal yang menurut pandangan manusia ⎼ cerdas. (Herbert Simon, 1987). Kesimpulan yang dapat diambil dari para ahli tentang kecerdasan buatan ialah suatu keilmuan yang diporel dari pemikiran manusia dalam bentuk pemberian / pembentukan informasi sehingga teknologi computer yang semakin berkembang.
SEJARAH AI
Sejarah AI dimulai dengan tercipta nya sebuah computer elektronik pada tahun 1941. Computer tersebut sudah berkembang untuk berbagai tujuan, salah satunya computer Z3 yang digunakan untuk pihak Jerman untuk membuat rudal kendali selama perang dunia II, dari sinilah tercipta cetusan penggunaan computer sebagai AI. Pada tahun 1952 McCarthy mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaitu LISP. Selanjutnya A. Simon, J.C. Shaw, dan Allen Newell menciptakan program computer dengan nama general problem solver. Selain itu, program yang dapat menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah kalkulus diciptakan oleh orang hebat yang bernama james slagle. Pada tahun 1966 hingga 1974 perkembangan AI mengalami perlambatan dikarenakan banyaknya program kecerdasan buatan yang bermunculan dengan sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki pengatahuan pada subjeknya, banyak terjadi kegagalan pada pembuatan, dan terdapat beberapa Batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia. Pada tahun 1975 hingga 1979 mulailah memasuki fase dimana AI dapat terwujud. ED Feigenbaum, bruce Buchanan, dan Joshua Lederberg merintis DENDRAL yang merupakan program pemecah masalah struktur molekul dari ingormasi yang berasala dari spectrometer massa. Pada tahun 1980 hingga 1988 AI sudah mulai memasuki dunia industri. Diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sistem-sistem komputer baru. Perusahaan-perusahaan besar mendapat efek nyata dari kecerdasan buatan, seperti Carnegie Group, Inference, IntelliCorp, dan Technoledge yang menawarkan software tools untuk membangun sistem pakar. Perusahaan hardware seperti LISP Machines Inc., Texas Instruments, Symbolics, dan Xerox juga turut berperan dalam membangun workstation yang dioptimasi untuk pembangunan program LISP. Pada tahun 1986 hingga sekarang penggunaan AI Kembali jaringan saraf tiruan. Setelah diterbitkannya buku ‘Perceptrons’ karangan Minsky dan Papert, para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisa sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikolog, David Rumhelhart dan Geoff Hinton melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan algoritma Back-Propagation. (Evangelino, 2017).
KONSEP AI
Terdapat 3 konseo dasar AI yaitu :
1. Pembelajaran mesin (Mechine Learning) Pembelajara mesin adalah cabang dari AI yang bertujuan untuk memberikan mesin kemampuan dalam mempelajari tugas tanpa kode yang sudah ada. Dalam istilah yang paling sederhana, mesin tersebut akan diberikan contoh uji coba dalam jumlah yang besar untuk tugas tertentu. Ketika mesin tadi menjalani uji coba, mesin itu akan belajar dan mengadaptasi strategi yang sesuai untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
2. Pembeljaran Mendalam (Deep Learning) Pembelajaran mendalam adalah teknik pembelajaran mesin yang mengajarkan komputer untuk melakukan apa yang secara alami terjadi pada manusia: belajar dengan cara mencontoh.
3. Jaringan Saraf Tiruan (Neural Network) Jaringan saraf tiruan ini terinspirasi oleh hal-hal yang kita temukan dalam biologi kita sebagai manusia. Cara Neural Network memahami sesuatu sama seperti manusia yaitu belajar dengan cara mencontoh. Model jaringan saraf menggunakan prinsip matematika dan ilmu komputer untuk meniru proses otak manusia. Jaringan saraf tiruan mencoba mensimulasikan proses sel-sel otak yang saling berhubungan erat, tetapi bukannya dibangun dari biologi, neuron-neuron ini dibangun dari kode atau biasa disebut node.
STUDI KASUS
Studi Kasus Pemanfaatan Machine Learnin di Bidang Telekomunikasi di Indonesia. Mengembangkan Materi Camapaign yang Kreatif dan Dinamis Di dalam dunia digital, konsumen melakukan banyak hal dan dengan mudah beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya hanya dengan menggeser jarinya di layar gadget. Hal ini pun menjadi penting bagi Advertiser untuk memberikan materi iklan yang sangat berdampak dan relevan bagi konsumen yang disasarnya. Kemampuan mengembangkan materi campaign yang kreatif dan dinamis ini pun menjadi contoh sempurna di mana kreativitas manusia dan mesin saling melengkapi. Kedinamisan ini didapatkan dengan mengaitkan Machine Learning dengan Google Ads. Salah satu contoh penerapannya, yakni App Install Campaign yang bertujuan untuk membuat konsumen menginstal aplikasi yang diinginkan. Dengan implementasi Google Analytics 360 yang dipadukan dengan Big Query Machine Learning, campaign tersebut berhasil meningkatkan Conversion Rate secara drastis hingga 4.7 kali lipat dan juga berhasil menurunkan CPA sebesar 50.
SUMBER :
Idmetafora.com, “Konsep dasar kecerdasan buatan artificial intelligence”,
0 comments:
Post a Comment