Loading...

Thursday, November 15, 2018

// // Leave a Comment

Ilmu Sosial Dasar | Peran Mahasiswa dalam lingkungan masyarakat


            Saya Yusuf Reza Nadihanta mahasiswa Universitas Gunadarma telah membuat  sebuah ulasan tentang peranan mahasiswa dalam lingkungan masyarakat dimana mahasiswa diharuskan peka terhadap segala permasalahan yang ada pada masyarakat, serta mahasiswa menjadi Agent of Change yang dimana mahasiswa berperan penting dalam perubahan yang ada pada dalam masyarakat atau mahasiswa nya itu sendiri. Berikut untuk penjelasan lebih detail tentang peranan mahasiswa dalam lingkungan masyarakat. 

Mahasiswa merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang yang ada pada tingkatan setelah siswa (setelah menyeselesaikan sekolahnya dari tingkat Sekolah Menengah Atas atau Semokalah Menengah Kejuruan, dan melanjutkan studinya di bangku perkuliahan), dan dapat diatartikan dengan maha nya siswa atau tingkatan atas dari siswa. Hal ini membuat seorang mahasiswa harus memiliki value atau nilai lebih daripada seorang yang masih menyandang gelar siswa dan wajib harus memberikan sumbangasih yang nyata baik itu bagi dirinya, lingkungannya, maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya dimanapun mahasiswa itu berada. Seorang mahasiswa merupakan perkembangan dari seorang siswa, dan mahasiswa harus menjadi seseorang yang lebih mampu memiliki rasa bertanggung jawab, mandiri, serta memiliki integritas yang lebih tinggi. Mahasiswa menjadi tolak ukur atau refleksi bagi kondisi masa depan bangsa. Apabila mahasiswa itu baik, memiliki wawasan luas, berpengalaman, berpengetahuan tinggi, serta bermoral kuat dan mulia, maka kemajuan dimasa depan suatu Negara dapat dipastikan adanya. Dan begitupun sebaliknya apabila mahasiswanya buruk begitu juga masa depan kemajuan suatu Negara tersebut.
Mahasiswa memiliki peranan penting di area kampus maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya. Mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan pengetahuannya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Karena masyarakat itu sendiri telah berparadigma bahwa mahasiswa adalah cerminan masyarakat di masa depan yang memiliki nilai kependidikan yang lebih dan berpengetahuan luas. Sehingga apabila mahasiswa dan masyarakat bisa saling bertoleransi dan saling bekerja sama, maka  akan terbentuk kehidupan masyarakat yang lebih terjamin mutu pengetahuannya dan dapat bersama-sama tumbuh dan berkembang dalam harmoni. Meskipun demikian,masyarakat yang awam akan pengetahuan harus bisa berpartisapasi dengan aktif bertanya masalah pendidikan yang mungkin bisa di tanyakan pada mahasiswa yang ada di sekitar mereka. Masyarakat juga tidak boleh apatis atau masa bodoh dan enggan bertanya terhadap segala hal yang mungkin dianggap tidak perlu tapi pada kenyataanya sangat perlu apalagi dalam memajukan bangsa ini.

Sebagai insan pembelajar dan bagian dari masyarakat , maka mahasiswa memiliki peran vital dan menyeluruh sehingga oleh para pakar dikelompokkan dalam tiga fungsi pokok ,yaitu : agent of change, social control and iron stock.
Dengan fungsi tersebut, tentu saja tidak dapat dielakkan bahwa begitu besar peran yang harus diemban oleh mahasiswa demi mewujudkan perubahan bangsa untuk menjadi yang lebih baik. Ide dan inovasi cerdas seorang mahasiswa sebagai hasil dari pemikiran yang kritis mampu mengubah paradigma yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat dan menjadikannya menjadi lebih  terarah sesuai kepentingan bersama. Sikap kritis mahasiswa acap kali menghasilkan sebuah perubahan besar dan berarti serta dapat membuat para pemimpin yang tidak berkompeten atau berkemampuan memimpin dengan baik menjadi merasa gerah dan cemas. Dengan ciri khas yang melekat pada diri  mahasiswa,yakni rasa semangat yang membara untuk melakukan sebuah perubahan.
Sebagai salah satu agent of change (agen perubahan), seorang mahasiswa   sepatutnya menjadi kader pemberdayaan setelah peubahan yang berperan dalam pembangunan fisik dan non fisik sebuah bangsa yang kemudian ditunjang dengan fungsi mahasiswa selanjutnya yaitu social control, yang meliputi kontrol budaya, kontrol masyarakat, dan kontrol individu, sehingga menutup celah-celah adanya kezaliman. Mahasiswa tidak hanya dituntut berperan  sebagai pengamat dalam masalah ini, namun mereka dituntut pula mampu menjadi pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian masyarakat.
Dengan berlandaskan pengetahuannya, tingkat pendidikannya,, dan pola berfikirnya. Sudah sepantasnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyaraka.Akan tetapi, dalam kenyataannya dilapangan sangat berbeda dari yang diharapkan, mayoritas mahasiswa cenderung hanya mendalami ilmu-ilmu teori di bangku perkuliahan dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak dengan masyarakat, walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.
Mahasiswa yang acuh terhadap kehidupan bermasyarakat akan mengalami kerugian yang besar apabila dilihat dari sisi hubungan keharmonisan dan penerapan ilmu. Dari sisi keharmonisan, mahasiswa tersebut menutup diri dari lingkungan sekitarnya sehingga muncul sikap apatis atau acuh tak acuh, hilangnya silaturrahim dan hilangnya rasa kekeluargaan yang disertai hilangnya harapan masyarakat kepada mahasiswa. Dari segi penerapan ilmu, mahasiswa yang acuh berarti sama saja menyianyiakan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, mahasiswa terhenti dalam pergerakan dan menjadi sangat kurang kuantitas sumbangsih ilmu pada masyarakat.
Lalu jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungan, lantas harapan seperti apa yang pantas berikan pada mahasiswa. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan. Untuk menjadi iron stock, tidak cukup mahasiswa hanya memupuk diri dengan ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill lain yang harus dimiliki mahasiswa seperti kepemimpinan, kemampuan memposisiskan diri, interaksi lintas generasi dan kepekaan yang tinggi.
Begitu kompleksnya peran mahasiswa itu sebagai pembelajar sekaligus pemberdaya yang ditopang dalam tiga peran : agent of change, social control, and iron stock. Hingga suatu saat nanti, bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang ditunggu-tunggu bangsa ini.
Maka berjuanglah, belajarlah, dan berkaryalah dengan tulus – ikhlas,
Bagi nusa dan bangsa tercinta ini. Diawali dari diri sendiri.
Laksanakanlah tugas mulia ini dengan sebaik-baiknya anda mampu laksanakan.
Niscaya Tangan Tuhan akan membantu kita dengan Rahmat,Hidayah dan Ridho Nya.
Untuk mewujudkan Indonesia yang lebik baik, dalam segala aspek kehidupannya.

0 comments:

Post a Comment